Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL CINTA. Tampilkan semua postingan

Peliharalah Cinta yang Suci dan Abadi

sumber foto: www.pixabay.com
Sebuah kesucian lahir dari sebuah kebersihan yang menyeluruh. Tak ada satu pun yang kotor entah kulit luar ataupun bagian dalamnya, tak ada yang kotor sama sekali semua bersih, berangkat dari hal itu maka tercapailah sebuah kesucian yang dapat menghantarkan pemeliharanya pada sebuah ke abadian. Sebagai contoh, tentang sucinya cinta raja pada istrinya, sepeninggal istrinya sang raja membuatkan sebuah makam yang megah dan tegak berdiri di sana, atau yang kita kenal dengan nama Taj Mahal, itulah salah satu bukti kesucian yang menghantarkan pada keabadian.

Kesucian dan keabadaian bukan hal yang tabu bagi semua orang. Kesucian dan keabadian ini bisa dimiliki oleh setiap insan, karena pada dasarnya setiap manusia diciptakan dalam keadaan suci (fitrah), tak ada yang mengantarainya ataupun mengotorinya, namun terkadang kitalah yang berlagak bodoh menghiasinya dengan bunga-bunga yang telah layu dan tidak harum baunya, berlagak bodoh karena telah merasa bangga akan segalanya, padahal bukan itu, seperti pohon yang kita sukai duduk-duduk di bawahnya, bukan karena pohon itu pohon mangga, pohon pisang, pohon jambu, atau karena berbuah. Akan terapi karena pohon itu rindang dan memberikan kesejukan.

Begitupun dengan cinta yang kita pelihara sekarang, harus suci dan bersih agar cinta yang kita pelihara itu dapat menghantarkan kita pada sebuah keabadian kasih sayang. Tentu langkah awal yang harus kita lakukan adalah dengan tidak saling mendustai antar pasangan, dan jangan sampai sifat dusta terus mengakar dalam cinta yang telah kita pelihara, jika sifat dusta itu telah mengakar maka sifat baik lainnya akan ikut terjangkit.

Maka dari itu, kita harus memangkas sekaligus memunahkan sifat dusta itu dalam cinta kita. Agar tak menjadi parasit perusak bagi kesucian dan keabadian cinta kita, dengan cara menghilangkan sifat ingin enak sendiri, atau ingin untung sendiri, sama saja, sama-sama bodohnya kita jika melakukan hal itu, pertanyaannya, kenapa kita bodoh jika melakukan hal itu padahal kita dapat enak dan untung?, jawabannya disitu, karena kita dapat enak dan untung dengan cara yang bodoh, dengan jalan berdusta, karena hal itu hanya dapat mengotori kesucian penciptaan kita.

Cinta yang suci terpelihara dalam sebuah taman yang dipenuhi dengan kupu-kupu kasih sayang, kupu-kupu kasih sayang selalu terbang dan menaburi bunga-bunga cinta dengan serbuk ketulusan, maka jangan harap taman cinta suci bisa berkembang tanpa adanya kupu-kupu kasih sayang, karenanya semua yang ada di taman cinta akan menjadi indah

Begitupun dengan cinta yang abadi, terpelihara dan terjaga oleh kupu-kupu kasih sayang tadi, akan tumbuh selamanya karena serbuk ketulusan tertebar merata. Oleh karena itu dalam memelihara cinta yang abadi butuh keuletan dan kesabaran karena ada banyak komponen penunjang yang harus ada di dalamnya, dan pasti ada banyak kelelahan yang kita dapatkan saat kita mulai memeliharanya, akan tetapi yakinlah bahwa jika kita tak pernah lelah maka itu berarti tak ada tujuan yang kita perjuangkan.

Maukah kita hidup di dunia ini seperti ruang hampa yang tak ada di dalamnya. Tentu tidak? Karena di dalam setiap doa-doa kita selalu terhatur kebahagiaan dunia dan di akhirat kelak, sebagaimana dalam kebahagiaan dunia dan di akhirat itu, kita membangunnya dalam sebuah cinta yang suci dan abadi, walau hal itu termasuk dalam satu pintu menuju kebahagiaan, akan tetapi jika pintu cinta yang abadi dan suci dapat kita buka, maka semoga pintu-pintu yang lain menuju kebahagiaan dunia dan di akhirat akan ikut terbuka.

Dalan memelihara cinta yang suci dan abadi layaknya kita memelihara sebuah tanaman padi. Petama kita menebar benihnya, kemudian kita pindahkan benih yang telah tumbuh ke pematang sawah yang lebih besar, lalu menanamnya satu persatu, walau harus membungkuk tetapi itu tak jadi masalah, saat benih yang telah tumbuh penuh, maka hamparan daun hijau benih padi yang indah telah mampu membayar sebagian kelelahan kita, namun itu belum cukup, kita harus menjaga benih padi tadi agar tetap tumbuh subur, dan menjaganya dari hama pengganggu serta memupuknya secara rutin. Setelah semua itu selesai, musim panen tiba dan kita akan menuai hasilnya. Begitulah pengibaratan dalam memelihara cinta yang suci dan abadi, semoga kita dapat memahaminya dan mengamalkannya.

Tunaikan Sayangmu Sebelum Engkau Mencintai

sumber foto: www.hotel-r.net
Kasih sayang kita pada seseorang yang kita cintai tak bisa setengah-setengah. Harus tulus ikhlas mencintainya karena Allah swt, jika rasa sayang kita setengah-setengah, jangan harap menunggu feedback atau umpan balik yang tulus dan ikhlas dari seseorang yang kita cintai, karena setiap sesuatu yang terlahir, jika kembali, akan sama caranya saat sesuatu itu terlahir. Sederhananya adalah apa yang kita beri itu yang kita terima, apa yang kita buat itu yang akan kita nikmati, dan apa yang kita cari itu yang akan kita temui.

Walau kadar kasih sayang yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Akan tetapi rasanya tetap sama, yaitu menyejukkan, seperti kita saat berada di bawah pepohononan yang rindang, yang daun-daunnya masih kelihatan basah, setelah ditetesi embun. Rasa sejuk inilah yang pasti dimiliki oleh setiap orang, maka jangan heran jika ada orang yang merindukan kasih sayang, berarti Ia sedang kekeringan, ingin disejukkan oleh hembusan kasih sayang kita, yang tercipta dari hati, kemudian berubah menjadi budi pekerti yang indah.

Jadi, dari bebarapa alasan di atas, kita menyandari bahwa dalam menyayangi seseorang yang kita cintai tak boleh setengah-setengah. Darinya itulah kita harus menunaikan sayang kita sebelum mencintai seseorang, karena bila diibaratkan menunaikan rasa sayang pada seseorang adalah rukun percintaan yang harus kita laksanakan, sebelum melangkah ke tangga percintaan, yang bisa saja jaraknya sangat jauh untuk kita jalani, atau lebih. jelasnya, menunaikan sayang adalah syarat awal untuk menjadi pencinta yang wajib dicintai.

Adapun hal-hal yang harus kita lakukan dalam menunaikan sayang adalah tidak pernah berbohong pada diri sendiri. Jika memang kita mencintainya maka katakan sejujurnya karena dari kejujuran itu cinta suci akan tumbuh, berbohong pada diri sendiri juga bermakna sebagai peningkatan kualitas diri, dengan tidak melakukan suatu perbuatan yang sebenarnya melukai diri sendiri, artinya bahwa hasil dari kejujuran akan berbuah pada kasih sayang kita pada seseorang yang kita cintai.

Rasa sayang timbul dari kepesonaan kepada kepribadian sesorang, yang lama ke lamaan timbullah rindu yang menggebu-gebu ketika sesorang yang disayang tak berada di samping kita, tak hadir memberi senyum, tak hadir berbagi tawa, atau sekadar ingin melihat wajahnya yang elok rupawan. Begitulah rasa sayang, sebuah elemen dalam diri seseorang yang mampu mengilusi dunia menjadi taman bunga, semua tampak indah di mata kita jika telah menelan elemen sayang itu ke dalam hati kita, maka berkasih sayanglah.

Serta tunaikan kasih sayang kita, kepada yang dirindukan, bayar semuanya yang di inginkan rindu. Tapi sebenarnya rindu itu tak menginginkan banyak, hanya kepasa
tian dan apa adanya, yang kita punya berikan walau tak banyak seperti senyum tulus dan wajah tulus, itu sudah luar biasa bagi rindu dan teruslah memberinya, karena kesinambungan adalah sebuah kepastian serta itu menjadi bukti bahwa kita memang yakin akan rasa sayang yang kita punya. Untuk itulah bayarlah rasa sayang kita dengan apa adanya karena itulah kejujuran dalam akademi percintaan yang mahal harganya.

Jadi, sekarang mari kita menunaikan sayang kita sebelum mencintai seseorang. Sudah siapkah sayang kita untuk kita ajukan pada cinta yang murni, sudah tidak adakah noda yang mengotori sayang kita, jika masih ada, cinta tak akan sepenuhnya menerimanya, sayang kita tak akan melebur bersama cinta itu, hambar sendiri oleh noda-noda, tak bisa melekat karena noda-noda itu mengantarainya. Maka, tunaikan sayang kita segera.

Cinta Itu Mendekatkan, Jangan Sampai Menyesatkan

sumber foto: www.greatblogid.blogspot.com
Cinta seperti apa sih yang selama ini kita jalani bersama pasangan, atau hanya sebatas cinta tanpa kasih sayang, atau hanya sebatas merindukan ketika mengalami kekurangan, ujung-ujungnya habis manis sepah dibuang, untung-untung kalau masih dibuang kalau sudah dihilangkan bisa bahaya ceritanya. Maka dari itu kita harus jeli mendalami kehidupan percintaan, jangan sampai hanya seperti permainan balon setelah meletus sudah tak ada lagi yang bisa kita rangkai menjadi balon seutuhnya, begitulah juga dalam kasus percintaan.

Tali cinta yang telah kuat mengikat susah itu dilepaskan kembali, walau sebenarnya yang diikat tali cinta itu hanyalah cinta palsu, cinta yang seperti itu berpura-pura merasa tak bisa lepas, padahal kapan saja Ia lari dari ikatannya kemudian mengikatkannya kembali, jika hal itu yang sedang kita alami berarti, perasaan kita telah dinistakan oleh konsep keberpura-puraan, maka potonglah tali cinta yang seperti itu, tak akan membuat kita saling terikat ketika badai masalah ingin melepaskannya.

Cinta bukan sebatas kasih sayang tetapi juga harus punya keyakinan, agar tidak menyesatkan ke jalan yang tidak diinginkan. Sebaliknya, cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang mendekatkan pada Allah swt, karena sejatinya Dia-lah sang Maha Cinta, jika selama ini kita hidup dalam masa percintaan, lantas tak membuat diri kita dekat dengan-Nya cobalah kita renungi, bahwa buat apa kita merasakan cinta dengan pasangan tanpa ada keberkahan. Padahal, cinta diciptakan untuk kemuliaan.

Dari sekarang, terlebih dahulu kita pahami baik-baik arti cinta yang sesungguhnya, gali semua makna yang ada didalamnya, kemudian kita amalkan setiap tafsirannya, lalu, kita akan menyelam dalam itu dengan sendirinya, merasakan manisnya. Untuk melakukan itu kita harus berfikir dengan hati, dengan rasa bukan logika, karena melalui kita dapat berfikir jernih, dan tanpa hawa-nafsu yang menyusup kedalamnya, rasakan rasa kita, ketahui apa rasanya, dengan itu kita akan tenang dengan cinta, melalui bunga surga yang mekar dalam hati kita.

Jika kita telah mendapatkan cinta yang seperti itu, peluklah dengan erat, seerat nadimu dengan dirimu. Dekaplah sedekap engkau meraih mimpimu, ciumlah dengan lembut selembut sutra yang terurai dalam hatinya. Cinta yang seperti itu bagaikan cinta yang tumbuh di taman surga, selalu ada kenikmatan yang dahsyat di dalamnya karena ridho Allah swt menyertai peroses cinta seperti itu, kita akan selalu mengalami kerinduan yang susah untuk disuarakan, karena kedekatan pada nilai-nilai keTuhanan bukan menyesatkan.

Akan tetapi, ada banyak hal yang harus kita waspadai dalam membangun cinta yang mendekatkan. Kenapa? Karena cinta yang mendekatkan itu seperti lem, semua yang menyentuhnya akan menempel padanya, debu kotor bisa saja menempel , maka dari itu perhatikan baik-baik hal-hal yang ada disekelilingnya, jangan sampai menempel dan mengotorinya contohnya : aktivitas yang kita lakukan selama membangun cinta yang mendekatkan, apakah aktivitas itu bermanfaat untuk kesinambung bangun cinta, jika baik teruskan, jika buruk tinggalkan.

Maka dari itu teguhkan hati kita dalam membangun cinta yang mendekatkan. Kuatkan akarnya dengan keyakinan, kuatkan batangnya dengan kesabaran, hijaukan daunnya dengan keikhlasan mencintai, buahnya cinta yang mendekatkan pada Sang Maha Cinta. Kita sendiri yang akan memetik buah itu, enak bukan, jika buah yang kita nikmati langsung dari pohonnya, pohon cinta yang kita tanam sendiri yang selalu tersirami oleh rahmat Ilahi.

Kita bisa saja mencintai sesuati tapi jangan sepenuh hati, sisahkan lebih banyak kepada Allah swt, agar cinta yang kita miliki itu mendekat pada-Nya, tidak jauh. Karena jika jauh cinta kita hanya akan menyesatkan dan tidak membawa berkah, ujung-ujungnya hanya akan mendatangkan kemudharatan, semoga tidak, karena fitrah manusia memang untuk saling mencintai dalam cinta-Nya, bukan mencintai dalam yang dilarang-Nya.

Simpan Cintamu pada Tempatnya


sumber foto: www.hipwee.com

Semua manusia pasti pernah merasakan cinta, karena memang manusia terlahir dari cinta. Cinta timbul bukan dari ruang kosong tetapi tumbuh dan berkembang menjadi sebuah hal yang rumit ataupun sederhana, tergantung bagaimana cara memandangnya, cinta juga bukan hal yang abstrak tetapi suatu hal yang nyata bagi siapapun yang pernah merasakannya. Tak banyak kata yang mampu medefenisikannya, karena itulah cinta seseorang bukan hanya perkataannya tetapi terhadap apa yang dirasakannya.

Di dunia yang serbah canggih ini kita dihadapkan pada suatu keadaan, dimana kasih sayang tak bisa kita tebak kredibilitasnya. Akibat produk-produk teknologi setiap orang mampu memanifulasi perasaannya dan menulisnya menjadi kata cinta, tak bisa kita bendung, akan tetapi kita bisa mencegahnya, walau bukan hal mudah karena manusia sensitif akan perasaannya. Akan tetapi, maukah kita menipu cinta suci kita yang telah Allah swt karuniai, yang padahal tujuannya untuk kita saling menyayangi dan mengasihi.

Ada juga orang yang telah bangga bersanding dengan pacar yang ganteng, berfose selfie seperti telah sehidup semati, padahal jika salah satunya mati tak mungkin hidup lagi, tak salah, tetapi biasanya cinta seperti itu tak lama masanya, hanya seperti menanam strowberry di daerah pesisir, hanya sebentar tertanam lalu mati. Tidak semua tetapi kebanyakan, ingatlah oran-orang dulu, yang pada waktu itu belum ada sosmed yang mereka kenal, tetapi cinta mereka seperti kuku, kecil namun selalu tumbuh bahkan walau sudah dipotong.

Jika kita pernah mengalami kegalauan akan cinta yang bertepuk sebelah tangan, jangan berlarut-larut menuruti kesedihan. Tetaplah pandang ke depan masih banyak tunas-tunas yang menunggu untuk disirami cintamu, carilah itu bersamaan dengan menjernihkan air yang akan kamu pakai menyiram, artinya, introspeksi dirimu sebelum mencintai seseorang, lihat baik-baik dengan cermin yang datar jangan pakai cermin cembung, rias baik-baik yang belum menarik dan cantik, berikan parfum yang belum harum.

Berbanggalah kamu yang belum mengungkapkan cintanya sekarang kepada gadis sedang kamu idamkan, karena ibarat sebuah pendaki gunung, tak gegabah mendaki, sebelumnya Ia harus mempersiapkan segala yang Ia butukan ketika telah mencapai puncak gunung, seperti makanan, jaket yang tebal serta berdoa kepada Allah swt agar diberikan keselamatan selama pendakian. Begitulah pengibaratan sebelum terjun kedalam masa percintaan, karena cinta bukan main-main ataupun permainan yang bebas kita gunakan sebagai hiburan.

Kalau pun kamu sudah terjun kedalamnya, pelihara baik-baik berikan asupan kasih sayang, segarkan dahaganya dengan saling mendoakan. Bukan hanya satu diantara kamu yang melakukannya tetapi kalian berdua, karena itulah disebutnya cinta, bersatunya kasih sayang pada jalan yang telah ditentukan, karena kamu berdua yang menjalaninya, tidak ada diantaranya, untuk itulah syukuri baik-baik, tuntun cinta suci dengan tali kebersamaan, jangan biarkan berbelok kepada apa yang kamu tidak inginkan.

Cinta yang suci adalah cinta yang dibangun tanpa rasa iri terhadap pasangan lain, yang hidupnya serba mewah dan berpunya. Tak apalah kamu menikmati gorengan harga 5 ribuan tambah kopi hitam, yang kau nikmati bersama, di bawah pancaran sinar bulan purnama, candamu akan lebih terasa karena merasa rileks dan tak ada tekanan, nikmat bukan, betapa kamu sangat tersiksa, jika kamu makan dengan sendok dan piring mahal, berat rasanya kamu mengotorinya. Apalagi ketika di atas meja makan bertekstur kaca, kamu sangat takut memecahkannya.

Jadi, untuk yang ingin atau yang sudah berada pada masa percintaan, simpan baik-baik cintamu keruang yang bersih tanpa ada secuil pun debu yang mengotorinya. Berikan pengamanan pada ruang itu agar nyamuk-nyamuk nakal tak bisa mengganggunya, sedangkan kuncinya harus kalian pegang berdua, agar jika satu diantara kamu tak bisa membukanya masih ada satu lagi, kunci itu pun semestinya kamu jaga baik-baik jangan biarkan tercecer. Ruang itu adalah kasih kamu berdua dan kunci itu adalah rasa sayang kalian.

Akan tetapi, ruang dan kunci itu punya tempat, bagaikan kamar dan meja yang menaunginya adalah rumah. Cintamu harus kamu simpan pada tempatnya dan tempatnya adalah hatimu, jangan kamu simpan didengkulmu karena itu hanya akan membuatmu berlutut, jangan kamu simpan ditelingamu karena itu hanya akan menbuatmu mendengar, jangan kamu simpan di otakmu karena itu hanya akan membuatmu selalu berpikir-pikir menyebabkan kualitas cintamu melemah. Simpan di hatimu dalam-dalam maka kamu akan merasakan kesegaran dan kenikmatannya.

Kenapa harus disimpan, karena cinta membutuhkan tempat untuk berteduh dari tetesan hujan dan badai. Cinta itu harus tumbuh dan berkembang, bukan statis, di dalam tempat itulah kamu menumbuh kembangkannya, menjadi sebuah cinta yang berbuah dan manis, agar kalian berdua dapat menikmatinya bersama-sama. Namun ingat, ketika engkau pertama kali menaruhnya cinta itu halus, laksana jarum yang sangat mudah hilang, maka simpan baik-baik