Simpan Cintamu pada Tempatnya


sumber foto: www.hipwee.com

Semua manusia pasti pernah merasakan cinta, karena memang manusia terlahir dari cinta. Cinta timbul bukan dari ruang kosong tetapi tumbuh dan berkembang menjadi sebuah hal yang rumit ataupun sederhana, tergantung bagaimana cara memandangnya, cinta juga bukan hal yang abstrak tetapi suatu hal yang nyata bagi siapapun yang pernah merasakannya. Tak banyak kata yang mampu medefenisikannya, karena itulah cinta seseorang bukan hanya perkataannya tetapi terhadap apa yang dirasakannya.

Di dunia yang serbah canggih ini kita dihadapkan pada suatu keadaan, dimana kasih sayang tak bisa kita tebak kredibilitasnya. Akibat produk-produk teknologi setiap orang mampu memanifulasi perasaannya dan menulisnya menjadi kata cinta, tak bisa kita bendung, akan tetapi kita bisa mencegahnya, walau bukan hal mudah karena manusia sensitif akan perasaannya. Akan tetapi, maukah kita menipu cinta suci kita yang telah Allah swt karuniai, yang padahal tujuannya untuk kita saling menyayangi dan mengasihi.

Ada juga orang yang telah bangga bersanding dengan pacar yang ganteng, berfose selfie seperti telah sehidup semati, padahal jika salah satunya mati tak mungkin hidup lagi, tak salah, tetapi biasanya cinta seperti itu tak lama masanya, hanya seperti menanam strowberry di daerah pesisir, hanya sebentar tertanam lalu mati. Tidak semua tetapi kebanyakan, ingatlah oran-orang dulu, yang pada waktu itu belum ada sosmed yang mereka kenal, tetapi cinta mereka seperti kuku, kecil namun selalu tumbuh bahkan walau sudah dipotong.

Jika kita pernah mengalami kegalauan akan cinta yang bertepuk sebelah tangan, jangan berlarut-larut menuruti kesedihan. Tetaplah pandang ke depan masih banyak tunas-tunas yang menunggu untuk disirami cintamu, carilah itu bersamaan dengan menjernihkan air yang akan kamu pakai menyiram, artinya, introspeksi dirimu sebelum mencintai seseorang, lihat baik-baik dengan cermin yang datar jangan pakai cermin cembung, rias baik-baik yang belum menarik dan cantik, berikan parfum yang belum harum.

Berbanggalah kamu yang belum mengungkapkan cintanya sekarang kepada gadis sedang kamu idamkan, karena ibarat sebuah pendaki gunung, tak gegabah mendaki, sebelumnya Ia harus mempersiapkan segala yang Ia butukan ketika telah mencapai puncak gunung, seperti makanan, jaket yang tebal serta berdoa kepada Allah swt agar diberikan keselamatan selama pendakian. Begitulah pengibaratan sebelum terjun kedalam masa percintaan, karena cinta bukan main-main ataupun permainan yang bebas kita gunakan sebagai hiburan.

Kalau pun kamu sudah terjun kedalamnya, pelihara baik-baik berikan asupan kasih sayang, segarkan dahaganya dengan saling mendoakan. Bukan hanya satu diantara kamu yang melakukannya tetapi kalian berdua, karena itulah disebutnya cinta, bersatunya kasih sayang pada jalan yang telah ditentukan, karena kamu berdua yang menjalaninya, tidak ada diantaranya, untuk itulah syukuri baik-baik, tuntun cinta suci dengan tali kebersamaan, jangan biarkan berbelok kepada apa yang kamu tidak inginkan.

Cinta yang suci adalah cinta yang dibangun tanpa rasa iri terhadap pasangan lain, yang hidupnya serba mewah dan berpunya. Tak apalah kamu menikmati gorengan harga 5 ribuan tambah kopi hitam, yang kau nikmati bersama, di bawah pancaran sinar bulan purnama, candamu akan lebih terasa karena merasa rileks dan tak ada tekanan, nikmat bukan, betapa kamu sangat tersiksa, jika kamu makan dengan sendok dan piring mahal, berat rasanya kamu mengotorinya. Apalagi ketika di atas meja makan bertekstur kaca, kamu sangat takut memecahkannya.

Jadi, untuk yang ingin atau yang sudah berada pada masa percintaan, simpan baik-baik cintamu keruang yang bersih tanpa ada secuil pun debu yang mengotorinya. Berikan pengamanan pada ruang itu agar nyamuk-nyamuk nakal tak bisa mengganggunya, sedangkan kuncinya harus kalian pegang berdua, agar jika satu diantara kamu tak bisa membukanya masih ada satu lagi, kunci itu pun semestinya kamu jaga baik-baik jangan biarkan tercecer. Ruang itu adalah kasih kamu berdua dan kunci itu adalah rasa sayang kalian.

Akan tetapi, ruang dan kunci itu punya tempat, bagaikan kamar dan meja yang menaunginya adalah rumah. Cintamu harus kamu simpan pada tempatnya dan tempatnya adalah hatimu, jangan kamu simpan didengkulmu karena itu hanya akan membuatmu berlutut, jangan kamu simpan ditelingamu karena itu hanya akan menbuatmu mendengar, jangan kamu simpan di otakmu karena itu hanya akan membuatmu selalu berpikir-pikir menyebabkan kualitas cintamu melemah. Simpan di hatimu dalam-dalam maka kamu akan merasakan kesegaran dan kenikmatannya.

Kenapa harus disimpan, karena cinta membutuhkan tempat untuk berteduh dari tetesan hujan dan badai. Cinta itu harus tumbuh dan berkembang, bukan statis, di dalam tempat itulah kamu menumbuh kembangkannya, menjadi sebuah cinta yang berbuah dan manis, agar kalian berdua dapat menikmatinya bersama-sama. Namun ingat, ketika engkau pertama kali menaruhnya cinta itu halus, laksana jarum yang sangat mudah hilang, maka simpan baik-baik
First
1 Komentar
avatar

kata kata yang bagus gan.
Nice post

Balas